Tuesday, October 26, 2010

Kok Seng Novel 1 Malaysia Part 3

"Susoh weii nok menulih dale bahaso inggerih ni..." Kok Seng say in Kelantan dialect when he try to write a essay in english language. To respect Kok Seng, we continue this novel in Bahasa.

Bergeseran dedaunan di tepi rumah Kok Seng ditiup angin yang sepoi-sepoi english menghasilkan bunyian merdu yang hanya didengari oleh kuman-kuman dan serangga-serangga kecil bersaiz semut atau yang lebih kecil darinya. Tanpa memerlukan alat-alat muzik, binatang-binatang itu terhibur di atas hamparan dedaun yang berwarna hijau bermacam-macam jenis warna hijau yang berbagai-bagai.

"Aaahhh!!!"

Bunyi suara Kok Seng mengeluh dari dalam rumahnya mengejutkan sang kucing di luar yang dari tadi asyik khusyuk melihat serta memerhatikan serangga terbang yang terbang bagaikan helikopter nuri yang hampir jatuh dari udara. Kucing itu rupanya dalam diam-diam meletakkan sasaran targetnya kepada binatang itu seumpama kapalterbang angkatan tentera Amerika yang ingin menembak kereta kebal Russia.

"Tap!Taapp!! Taaappp!!!" Bunyi tapak kaki Kok Seng yang bagi si kucing bagaikan bunyi tapak kaki gergasi yang mengganggu konsentrasinya sewaktu menetapkan targetnya. Tiba-tiba pandangannya kabur seketika dan binatang yang ditargetnya itu hilang dari pandangan.

"Aahhh!!!"

Kucing itu mengeluh. Tapi yang kedengaran pada telinga Kok Seng adalah"Miawwww!!!"

No comments:

Post a Comment